Tujuan pelayanan bimbingan adalah agar manusia mengatur
kehidupan sendiri, menjamin perkembangan dirinya sendiri se-optimal mungkin,
memikul tanggung jawab sepenuhnya atas arah hidupnya sendiri, menggunakan
kebebasannya sebagai manusia secara dewasa dengan pedoman pada cita-cita yang
mewujudkan semua potensi yang baik padanya dan menyelesaikan semua tugas yang
dihadapi dalam kehidupan ini secara memuaskan. Tujuan yang demikian sangat luas
dalam ruang lingkupnya, tidak terbatas pada bidang tertentu. Ciri khas
bimbingan terletak pada tujuan bimbingan diberikan, yaitu supaya orang perorangan
atau sekelompok orang yang dilayani menjadi mampu menghadapi semua tugas
perkembangan hidupnya secara sadar dan bebas.
Di sekolah tujuan pelayanan bimbingan supaya siswa dapat berkembang
se-optimal mungkin dan dapat mengambil manfaat sebanyak mungkin dari
pengalamannya di sekolah dengan mengindahkan ciri-ciri kepribadiannya dan
tuntutan kehidupan masyarakat di masa sekarang dan di masa yang akan datang.
(Winkel : 1991).
Tujuan Pelayanan Bimbingan Di Sekolah Formal
Adapun tujuan BK di sekolah adalah agar tercapai
perkembangan yang optimal pada individu yang dibimbing, dengan perkataan lain
agar individu (siswa) dapat mengembangkan dirinya secara optimal sesuai dengan
potensi atau kapasitasnya dan agar individu dapat berkembang sesuai
lingkungannya.
Pelayanan bimbingan di sekolah formal dapat di tunjukan juga
kepada pimpinan sekolah dan para guru,sejauh itu perlu demi kepentingan
murid,misalnya informasi yang dikumpulkan tentang murid dapat dimanfaatkan oleh
guru, konsultasi dengan guru tentang murid-murid tertentu. bahkan orang tua
murid dapat mengambil manfaat dari
pelayanan bimbingan di sekolah,sejauh mereka di dalam untuk lebih mengerti akan
anak mereka, misalnya akhli bimbingan memberikan ceramah tentang ciri-ciri khas
masa remaja.
Secara khusus menurut (Winkel : 1990) kegiatan bimbingan di
sekolah bertujuan agar siswa mampu :
Mengembangkan pengertian dan pemahaman diri selama proses
kemajuannya di sekolah
Mempertemukan pengetahuan tentang dirinya sendiri dengan
informasi tentang kesempatan kerja yang ada secara tepat dan bertanggung
jawab,yang akhirnya diwujudkan dalam membuat pilihan-pilihan.
Mewujudkan penghargaanterhadap pribadi orang lain.
Mengatasi kesulitan dalam memahami diri sendiri.
Memahami lingkungan sekolah,keluarga,dan masyarakat.
Mengidentifikasikan dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
Menyalurkan dirinya,baik dalam bidang pendidikan maupun
dalam bidang lainnya.
Sedangkan menurut H.M. Umar, dan kawan-kawan (1998:21-21),
tujuan bimbingan dan konseling di sekolah, diuraikan sebagai berikut:
Tujuan bimbingan bagi siswa:
Membantu siswa-siswa untuk mengembangkan pemahaman diri
sesuai dengan kecakapan, minat, pribadi, hasil belajar, serta kesempatan yang
ada
Membantu siswa-siswa untuk mengembangkan motif-motif dalam
belajar, sehingga tercapai kemajuan pengajaran yang berarti
Memberikan dorongan di dalam pengarahan diri, pemecahan
masalah, pengambilan keputusan, dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan
Membantu siswa-siswa untuk memperoleh kepuasan pribadi dalam
penyesuaian diri secara maksimum terhadap masyarakat
Membantu siswa untuk hidup di dalam kehidupan yang seimbang
dalam berbagai aspek fisik, mental dan sosial.
Tujuan bimbingan bagi guru
Membantu guru dalam berhubungan dengan siswa-siswa
Membantu guru dalam menyesuaikan keunikan individual dengan
tuntutan umum sekolah dan masyarakat
Membantu guru dalam mengenal pentingnya keterlibatan diri
dalam keseluruhan program pendidikan
Membantu keseluruhan program pendidikan untuk menemukan
kebutuhan-kebutuhan seluruh siswa
Adapun tujuan bimbingan bagi sekolah
Menyusun dan menyesuaikan data tentang siswa yang
bermacam-macam
Mengadakan penelitian tentang siswa dari latar belakangnya
Membantu menyelenggarakan kegiatan penataran bagi para guru
dan personil lainnya, yang berhubungan dengan kegiatan bimbingan
Mengadakan peneltian lanjutan terhadap siswa-siswa yang
telah meninggalkan sekolah.
Agar tujuan Pelayanan Bimbingan di Sekolah Formal dapat
membantu siswa dalam proses pembelajaran, pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan pribadi sehingga dapat membantu keseluruhan proses belajarnya. Dalam
kaitan ini para pembimbing diharapkan untuk :
Mengenal dan memahami setiap siswa baik secara individual
maupu kelompok,
Memberikan informasi-informasi yang diperlukan dalam proses
belajar,
Memberi kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat
belajar sesuai dengan karakteristik
pribadinya,
Membantu setiap siswa dalam menghadapi masalah-masalah
pribadi yang dihadapinya,
Menilai keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah
dilakukan.
No comments:
Post a Comment