Monday, February 15, 2016

Pembuatan program BK di sekolah formal

Pengertian Program BK

Pelayanan bimbingan di lembaga pendidikan formal terlaksana dengan mengadakan sejumlah kegiatan bimbingan. Kegiatan itu terselenggarakan dalam rangka suatu program bimbingan yaitu suatu rangkaian kegiatan bimbingan yang terencana, terorganisasi dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu misalnya satu tahun ajaran. Suatu program bimbingan dapat disusun dengan berdasarkan pada suatu kerangka berpikir tertentu, yang dapat mempengaruhi pola dasar yang dipegang dalam mengatur kegiatan-kegiatan bimbingan yang diadakan oleh berbagai pihak. (Winkel 1990 : 105). Sedangkan menurut (Purwoko, 2008 : 18) Program bimbingan dan konseling disekolah ialah sejumlah kegiatan bimbingan dan konseling yang direncanakan oleh sekolah, dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.
Dengan kata lain Program bimbingan dan konseling adalah kegiatan layanan dan kegiatan  pendukung yang akan dilaksanakan pada periode tertentu.

http://lautanpendidikan.blogspot.com/
Pembuatan program BK di sekolah formal

Tujuan Program Bimbingan dan Konseling
Menurut Dewa Ketut Sukardi Dan Desak Made Sumiati (2005:3) tujuan program bimbingan dan konseling disekolah terdiri dari tujuan umum, dan tujuan khusus. Tujuan dimaksud adalah sebagai berikut :

Tujuan Umum Program Bimbingan
agar siswa dapar memperkembangkan pengertian dan pemahaman diri dalam kemajuannya disekolah
agar siswa dapat memperkembangkan pengatahuan tetang dunia kerja, kesempatan kerja serta rasa tanggung jawab dalam memilih suatu kesempatan kerja tertentu.
agar siswa dapat memperkembangkan kemampuan untuk memilih dan mempertemukan pengetahuan tentang dirinya dengan informasi tentang kesempatan yang secara tepat dan bertanggung jawab.
agar siswa dapat mewujudkan penghargaan terhadap kepentingan dan harga diri orang lain.

Tujuan Khusus Program Bimbingan

agar siswa memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri.
agar siswa memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulotan dalam memahami lingkungannya.
agar siswa memiliki kemampuan dalam mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
agar para siswa memiliki kemampuan untuk mengastasi dan menyalurkan potensi-potensi yang dimilikinya dalam pendidikan dan lapangan kerja secara tepat.

Syarat Pembuatan Program BK di Sekolah Formal
Menurut Winkel membuat program harus berprinsip atau berasas pada pelayanan bimbingan di sekolah, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini :
Program bimbingan harus direncanakan, disusun, diatur, dikembangkan dan disesuaikan situasi kehidupan peserta didik di jenjang atau tingkat pendidikan tertentu serta kebutuhan subjek  pada tahap perkembangan tertentu. Program itu harus bersambung dari tingkatan pendidikan yang satu  ke tingkatan berikutnya.

Program bimbingan harus direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan pendekatan rasional-ilmiah, dengan mengikutsertakan tenaga-tenaga yang berkeahlian,dan disertai keoordinasi dari semua kegiatan bimbingan serta supervisi pelaksanaan yang memadahi. Segi-segi administratif ketatausahaan (harus terlaksana dengan baik dan ditangani oleh tenaga yang berkompeten.
Program bimbingan harus mencakup kegiatan bimbingan individual dan kegiatan bimbingan kelompok,dalam  proporsi yang wajar,sehingga semua subjek-subjek bimbingan terjangkau. Di jenjang pendidikan sekolah menengah tekanan harus diberikan pada pelayanan secara kelompok, sedangkan di jenjang pendidikan dasar dan tingkatan perguruan tinggi pelayanan secara individual,khususnya melalui wawancara secara pribadi, dapat di beri tekanan.
Program bimbingan yang bermutu membutuhkan data tentang subjek yang di bimbing,yang harus diperoleh dengan metode dan alat yang dapat diandalkan serta harus diolah dan diasipkan secara efisien, sehingga tersedia pada saat dibutuhkan.
Program bimbingan yang memadahi harus mencakup pemberian informasi yang relevan kepada subjek yang dibimbing dan harus menyediakan sumber-sumber informasi untuk dipergunakan pada saat dibutuhkan.

Program bimbingan yang di kelola harus dievaluasi secara berkala untuk mengetahui tingkat efektivitasnya dan untuk mengadakan penyesuain seperlunya.studi evaluatif  terhadap keberhasilan progam bimbingan tidak mudah dilakukan ,antara lain karna kemampuan siswa untuk mengatur kehidupannya baru akan nampak sepenuhnya beberapa waktu sesudah mereka tamat.meskipun demikian,perlu dipikirkan kriteria keberhasilan progam bimbingan selama subjek yang dibimbing masih terdaftar di lembaga pendidikan,yang dapat dijadikan norma untuk mengevaluasi kegiatan bimbingan.

Dapat di simpulkan bahwa syarat program bimbingan adalah :
Program bimbingan itu hendaknya dikembangkan secara berangsur-angsur atau tahap dengan melibatkan semua staf sekolah dalam perencanaannya.
Program bimbingan itu harus memiliki tujuan yang ideal dan realistis dalam perencanaannya.
Program bimbingan itu harus mencerminkan komunikasi yang kontiyu antara semua anggota staf sekolah yang bersangkutan.
Program bimbingan itu harus menyediakan atau memiliki fasilitas yang diperlukan.
Program bimbingan itu harus disusun sesuai program pendidikan dan pengajaran di sekolah yang bersangkutan.
Program bimbingan harus memberikan pelayanan kepada semua murid.
Program bimbingan harus menunjukan peranan yang penting dalam menghubungkan sekolah dengan masyarakat.
Program bimbingan harus memberikan kesempatan untuk melaksanakan penilaian terhadap diri sendiri.

Program bimbingan harus menjamin keseimbangan pelayanan bimbingan dalam hal:

Pelayanan kelompok dan individual
Pelayanan yang diberikan oleh berbagai jenis petugas bimbingan
Studi individual dan penyuluhan individual
Penggunaan alat pengukur atau teknik alat pengumpul data yang obyektif dan subyektif
Pemberian jenis-jenis bimbingan
Pemberian penyuluhan secara mum dan penyuluhan khusus
Pemberian bimbingan tentang berbagai program sekolah
Penggunaan sumber-sumber di dalam sekolah dan di luar sekolah yang bersangkutan
Kebutuhan individual dan kebutuhan masyarakat
Kesempatan untuk berfikir, merasakan dan berbuat.

No comments:

Post a Comment