Pengertian Program BK
Pelayanan bimbingan di lembaga pendidikan formal terlaksana
dengan mengadakan sejumlah kegiatan bimbingan. Kegiatan itu terselenggarakan
dalam rangka suatu program bimbingan yaitu suatu rangkaian kegiatan bimbingan
yang terencana, terorganisasi dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu
misalnya satu tahun ajaran. Suatu program bimbingan dapat disusun dengan
berdasarkan pada suatu kerangka berpikir tertentu, yang dapat mempengaruhi pola
dasar yang dipegang dalam mengatur kegiatan-kegiatan bimbingan yang diadakan
oleh berbagai pihak. (Winkel 1990 : 105). Sedangkan menurut (Purwoko, 2008 :
18) Program bimbingan dan konseling disekolah ialah sejumlah kegiatan bimbingan
dan konseling yang direncanakan oleh sekolah, dan dilaksanakan dalam jangka
waktu tertentu.
Dengan kata lain Program bimbingan dan konseling adalah
kegiatan layanan dan kegiatan pendukung
yang akan dilaksanakan pada periode tertentu.
![]() |
| Pembuatan program BK di sekolah formal |
Tujuan Program Bimbingan dan Konseling
Menurut Dewa Ketut Sukardi Dan Desak Made Sumiati (2005:3)
tujuan program bimbingan dan konseling disekolah terdiri dari tujuan umum, dan
tujuan khusus. Tujuan dimaksud adalah sebagai berikut :
Tujuan Umum Program Bimbingan
agar siswa dapar memperkembangkan pengertian dan pemahaman
diri dalam kemajuannya disekolah
agar siswa dapat memperkembangkan pengatahuan tetang dunia
kerja, kesempatan kerja serta rasa tanggung jawab dalam memilih suatu
kesempatan kerja tertentu.
agar siswa dapat memperkembangkan kemampuan untuk memilih
dan mempertemukan pengetahuan tentang dirinya dengan informasi tentang
kesempatan yang secara tepat dan bertanggung jawab.
agar siswa dapat mewujudkan penghargaan terhadap kepentingan
dan harga diri orang lain.
Tujuan Khusus Program Bimbingan
agar siswa memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan
dalam memahami dirinya sendiri.
agar siswa memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulotan
dalam memahami lingkungannya.
agar siswa memiliki kemampuan dalam mengatasi kesulitan
dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
agar para siswa memiliki kemampuan untuk mengastasi dan
menyalurkan potensi-potensi yang dimilikinya dalam pendidikan dan lapangan
kerja secara tepat.
Syarat Pembuatan Program BK di Sekolah Formal
Menurut Winkel membuat program harus berprinsip atau berasas
pada pelayanan bimbingan di sekolah, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini
:
Program bimbingan harus direncanakan, disusun, diatur,
dikembangkan dan disesuaikan situasi kehidupan peserta didik di jenjang atau
tingkat pendidikan tertentu serta kebutuhan subjek pada tahap perkembangan tertentu. Program itu
harus bersambung dari tingkatan pendidikan yang satu ke tingkatan berikutnya.
Program bimbingan harus direncanakan dan dilaksanakan
berdasarkan pendekatan rasional-ilmiah, dengan mengikutsertakan tenaga-tenaga
yang berkeahlian,dan disertai keoordinasi dari semua kegiatan bimbingan serta
supervisi pelaksanaan yang memadahi. Segi-segi administratif ketatausahaan
(harus terlaksana dengan baik dan ditangani oleh tenaga yang berkompeten.
Program bimbingan harus mencakup kegiatan bimbingan
individual dan kegiatan bimbingan kelompok,dalam proporsi yang wajar,sehingga semua
subjek-subjek bimbingan terjangkau. Di jenjang pendidikan sekolah menengah tekanan
harus diberikan pada pelayanan secara kelompok, sedangkan di jenjang pendidikan
dasar dan tingkatan perguruan tinggi pelayanan secara individual,khususnya
melalui wawancara secara pribadi, dapat di beri tekanan.
Program bimbingan yang bermutu membutuhkan data tentang
subjek yang di bimbing,yang harus diperoleh dengan metode dan alat yang dapat
diandalkan serta harus diolah dan diasipkan secara efisien, sehingga tersedia
pada saat dibutuhkan.
Program bimbingan yang memadahi harus mencakup pemberian
informasi yang relevan kepada subjek yang dibimbing dan harus menyediakan
sumber-sumber informasi untuk dipergunakan pada saat dibutuhkan.
Program bimbingan yang di kelola harus dievaluasi secara
berkala untuk mengetahui tingkat efektivitasnya dan untuk mengadakan penyesuain
seperlunya.studi evaluatif terhadap
keberhasilan progam bimbingan tidak mudah dilakukan ,antara lain karna
kemampuan siswa untuk mengatur kehidupannya baru akan nampak sepenuhnya
beberapa waktu sesudah mereka tamat.meskipun demikian,perlu dipikirkan kriteria
keberhasilan progam bimbingan selama subjek yang dibimbing masih terdaftar di
lembaga pendidikan,yang dapat dijadikan norma untuk mengevaluasi kegiatan
bimbingan.
Dapat di simpulkan bahwa syarat program bimbingan adalah :
Program bimbingan itu hendaknya dikembangkan secara
berangsur-angsur atau tahap dengan melibatkan semua staf sekolah dalam
perencanaannya.
Program bimbingan itu harus memiliki tujuan yang ideal dan
realistis dalam perencanaannya.
Program bimbingan itu harus mencerminkan komunikasi yang
kontiyu antara semua anggota staf sekolah yang bersangkutan.
Program bimbingan itu harus menyediakan atau memiliki
fasilitas yang diperlukan.
Program bimbingan itu harus disusun sesuai program
pendidikan dan pengajaran di sekolah yang bersangkutan.
Program bimbingan harus memberikan pelayanan kepada semua
murid.
Program bimbingan harus menunjukan peranan yang penting
dalam menghubungkan sekolah dengan masyarakat.
Program bimbingan harus memberikan kesempatan untuk
melaksanakan penilaian terhadap diri sendiri.
Program bimbingan harus menjamin keseimbangan pelayanan
bimbingan dalam hal:
Pelayanan kelompok dan individual
Pelayanan yang diberikan oleh berbagai jenis petugas
bimbingan
Studi individual dan penyuluhan individual
Penggunaan alat pengukur atau teknik alat pengumpul data
yang obyektif dan subyektif
Pemberian jenis-jenis bimbingan
Pemberian penyuluhan secara mum dan penyuluhan khusus
Pemberian bimbingan tentang berbagai program sekolah
Penggunaan sumber-sumber di dalam sekolah dan di luar
sekolah yang bersangkutan
Kebutuhan individual dan kebutuhan masyarakat
Kesempatan untuk berfikir, merasakan dan berbuat.

No comments:
Post a Comment